Pengertian, Ciri Ciri, Contoh Pantun dengan Penjelasan (Lengkap)

Contoh Pantun, penertian, ciriciri pantun

Contoh Pantun – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki berbagai macam suku dan budaya. Hal tersebut menyebabkan Indonesia memiliki bermacam macam bahasa. Dengan perbedaan kebudayaan tersebut terciptalah karya karya yang sampai sekarang dapat dikenal oleh masyarakat.

Pengertian Pantun

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang salah satu jenis puisi lama yang dikenal luas dalam bahasa bahasa nusantara. Dalam penyebutannya pantun berasal dari kata “petuntun” dalam bahasa Minangkabau. Sedangkan dalam bahasa Jawa pantun disebut dengan “parikan” dan bahasa sunda disebut dengan “paparikan”.

Baca Juga : Contoh Pantun Teka Teki Lengkap dengan Jawabannya

Ciri Ciri Pantun

buku catatan
pixabay.com

Nah, setelah anda mengetahui pengertian pantun dan macam macam penyebutan pantun dari berbagai daerah. Sekarang akan saya bahas mengenai ciri ciri apa saja yang membuat sebuah teks disebut sebagai pantun. Geser ke bawah untuk mengetahui lebih lanjut.

Terdiri dari 4 baris

Ciri ciri pantun yang pertama adalah pantun terdiri dari empat baris atau larik. Pada baris pertama dan kedua disebut dengan sampiran dan baris ke tiga dan keempat disebut dengan isi. Jika jumlah baris tidak terikat atau bebas teks tersebut disebut dengan prosa atau puisi, sedangkan jika lebih dari 4 baris maka disebut dengan talibun.

Satu Baris terdiri dari 8 sampai 12 Suku Kata

Dalam satu baris pantun terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. Hal tersebut disebabkan karena pantun dulunya hanya diucapkan. Selain itu hal ini dilakukan supaya saat pembacaan pantun tidak terlalu lama dan tidak terlalu panjang.

Baris Pertama dan Kedua Sampiran

Seperti yang sudah saya jabarkan di atas baris pertama dan kedua adalah sampiran. Sampiran ini tidak terkait dengan isi dan biasanya ditulis dalam bentuk jenaka.

Baris Ketiga dan Keempat Isi

Baris ketiga dan keempat adalah isi. Dalam kedua baris ini disebutkan isi yang ingin disampaikan oleh pembuat pantun. Dan dari sinilah pantun dapat dikelompokkan, entah menjadi pantun jenaka, pantun pendidikan, pantun agama, maupun pantun pantun yang lain.

Bersajak atau Berima a-b-a-b atau a-a-a-a

Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a adalah salah satu ciri pantun yang paling mudah dikenali. maksud dari bersajak ini adalah setiap akhiran bunyi dari baris atau larik memiliki kesamaan bunyi. untuk lebih mudahnya cermati contoh di bawah ini.

Rusa kecil diam terkurung,
Kurang makan kurang minum.
Cari Ilmu jangan murung,
Cerialah selalu banyak tersenyum.

Nah, di contoh pantun tersebut baris pertama dan ketiga memiliki sajak yang sama, yaitu -ung. Sedangkan baris ke dua dan ke tiga dan keempat memiliki sajak -um. Pantun tersebut memenuhi syarat bersajak a-b-a-b.

Itulah ciri ciri yang menyebabkan sebuah teks disebut dengan pantun, jika suatu teks tidak memiliki ciri ciri tersebut. Maka teks tersebut bukan disebut dengan pantun.

Contoh Pantun

puisi
pixabay.com

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama, namun di dalamnya pantun juga memiliki berbagai jenis yang membedakan satu dengan lainnya. Berikut jenis contohnya.

Pantun Adat

Jenis pantun yang pertama adalah pantun adat. Berikut contoh mengenai pantun adat.

Ikan berenang lubuk,
Ikan belida dadanya panjang.
Adat pinang pulang ke tampuk,
Adat sirih pulang ke gagang.

Lebat daun bunga tanjung,
Berbau harum bunga cempaka.
Adat dijaga pusaka dijunjung,
Baru terpelihara adat pusaka.

Kembang merayu tidaklah padat,
Kembang indah bukanlah tomat.
Jagalah adat istiadat,
Agar orang lain pada hormat.

Bukan kacang sembarang kacang,
Kacang melilit di kayu jati.
Bukan datang seberang datang,
Datang membawa hajat di hati.

Pantun Jenaka

Selanjutnya adalah pantun jenaka. Pantun jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur seseorang yang mendengar. Berikut contoh dari pantun jenaka.

Elok berjalan kota tua,
Kiri kanan berbatang sepat.
Elok berbini orang tua,
Perut kenyang ajaran dapat.

Naik ke bukit membeli lada,
Lada sebiji di belah tujuh.
Apanya sakit berbini janda,
Anak tiri boleh disuruh.

Bunga melati harum baunya,
Banyak lebah di pohon kelengkeng.
Nenek menangis sambil tertawa,
Melihat kakek main kelereng.

Ada katak di dalam parit,
Ada ular di pohon mangga.
Kakek berlari terbirit birit,
Dikejar anjing tetangga.

Limau perut di tepi rawa,
Buah di ladang belum masak.
Sakit perut sebab tertawa,
Melihat kucing duduk berbedak.

Pantun Nasehat

Pantun nasehat adalah pantun yang bertujuan sebagai nasehat dan mendidik pembaca agar menerapkan nasehat tersebut.

Ada ayam makan pepaya,
pepaya jatuh dari tangkai.
Sejak kecil rajin membaca,
Nisacaya kau akan pandai.

Kancil menulis di daun lontar,
Ketika mentari telah bersinar.
Belajar tak sekedar pintar,
Namun menjadi pribadi benar.

Jangan suka makan mentimun,
Mentimun itu banyak getahnya.
Jangan suka duduk melamun,
Melamun itu tak da gunanya.

Kota Padang ada di barat,
Jalannya jauh awas tersesat.
Dunia adalah ladang akhirat,
Hidup di dunia hanya sesaat.

Negro mohok suka berbohong,
Minum air sampai kembung.
Janganlah kamu berlagak sombong,
Nanti orang benci melambung.

Pakai baju berwarna biru,
Pergi ke sekolah pukul satu.
Murid sentiasa hormati guru,
karena guru pembekal ilmu.

Pantun Pendidikan

Pantun pendidikan hampir sama dengan pantun nasehat, namun pantun ini mengkhususkan isinya lebih untuk mendidik.

Kata disusun jadi kalimat,
Kalimat disusun jadi puisi.
Hidup harus berani berkeringat,
Walau untuk sesuap nasi.

Bahasa perlu menggunakan lidah,
Berbicara perlu gerakan bibir.
Mencari ilmu janganlah lelah,
Itu kewajiban semenjak lahir.

Ada ubi ada talas,
Ubi kayu masak direbus.
Walau punya otak cerdas,
Cari ilmu berjalan terus.

Dua Mei hari pendidikan,
Hari lahir Ki Hajar Dewantara.
Jika orang tidak berpendidikan,
Seumur hidup bakal sengsara.

Mungkin cukup sekian artikel mengenai pengertian, ciri ciri dan contoh pantun. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.